Just Explore My imaginations............

Berburu Kerang Setan Di Medan

Sambalnya memang mantab punya. Rasa dilidah seperti sambal rujak. Entah bagaimana komentar Mas Bondan “Maknyus” jika mencicipi kerang ini. Aku yakin kata-kata sama akan keluar, benar-benar MAKNYUSS tenannnn…. Enak enak enak enak enak…!!!!!!!! ...

Pecahkan Saja Kacanya Biar Ramai......!!!

Teriakan basuki pun disusul dengan pecahnya kaca depan mobil pick up yang membawa mereka. Andi, Akbar dan beberapa orang kawannya yang langsung tiarap begitu mendengar teriakan Basuki segera bangun ketika mendengar ada suara kaca pecah dari mobil yang mereka tumpangi. “Hey, bukankah tadi sopir masih didalam mobil???” ...

Pentas Malam

Benturan antara celurit yang dipegang Farid dan tongkat yang dipegang oleh Mujib berbunyi keras sekali. Akibat dari benturan itu, lengkungan celurit yang dipegang oleh Farid terlepas dari pegangannya. Celurit itu berputar-putar diatas kepala warga sejauh 10 meter dan berhenti saat mengenai sebuah mobil pick up dan memecahkan kaca depannya. ...

Kekuatan Aneh...

Kuraih gagang pintu. Tak bisa dibuka karena terkunci. Kuputar kunci kekanan, alot. Kuputar lagi, tetep tak bisa dibuka. Kuputar lebih keras lagi, kemudian terdengar, KRAAKKK, kuncinya patah. ...

Selamat Datang Teman...!!!

Tulisan di blog ini adalah celotehan semata. Jika tertarik untuk copy-paste, dipersilahkan. Tapi jangan lupa kasih link ke blog ini ya. ...

Draw a lesson from what you see

Saat pikiran melayang jauh ke desa Konoha tempat Naruto tinggal, tiba-tiba aku terhentak oleh satu suara. Begini dia bilang, "setiap pandangan tanpa perhatian, itu sama dengan main-main". Ah, apa maksud orang ini...???

Tersadar, ternyata aku sedang melamun. Membayangkan adegan pertempuran antara Naruto dan Pein sambil mereka-reka, siapa yang bakalan menang dalam pertempuran itu. Haiyah, yang pasti Naruto lah, kan dia pemeran utamanya. Tapi, bagaimana bentuk pertarungannya? Apakah Naruto bisa mengeluarkan jurus Sage yang baru dipelajarinya dari Fukasaku? Saat lagi seru-serunya, ada seseorang yang berteriak sangat kencang pada jarak sekitar 3 meter didepanku, arah jam 11
Beliau yang membangunkanku dari lamunan adalah seorang khotib yang lagi ceramah Jum'at. Yach, ceritanya aku lagi didalam masjid, posisiku disini adalah sebagai jamaah yang menghadiri sidang jum'at.
Apa yang diucap khotib tersebut benar-benar mengusik pikiran, seketika alam imajinasiku terhenti sejenak. Pertempuran antara Naruto vs Pein di pending dulu. Konsentrasi pun beralih ke telinga dan mata, mendengar dan melihat khotib di mimbar.

Ada banyak nasehat yang disampaikan khotib. tapi semuanya menguap melalui pori-pori rambut kecuali 2 hal :

1. Diam itu emas, jika diamnya itu berpikir.
saat ini aku diam sambil melamun. Melamun termasuk proses berpikir ga ya...? haiyah pertanyaan aneh...

2. Setiap pandangan tanpa perhatian atau menarik pelajaran dari apa yang dia lihat, itu sama saja dengan main-main.
Mungkin karena tersindir oleh kata-kata ini, aku jadi sangat konsen. karena saat melamun, tatapan mataku kosong mengarah ke khotib. Apa beliau keki ya tak liatin terus sampai ngeluarin nasehat seperti ini? ah, ga tau lah...

Btw, khotbah jumat yang biasanya menjemukan, sekarang terasa ada warnanya. terima kasih pak Khotib, nasehatmu sangat-sangatlah berharga. Mungkin lain kali aku akan melihat ke arah lampu neon saat melamun lagi (hehe, ups).


2 comments:

panggiring said...

khotibe mesti sering ngalamun Lib,
deweeke khotbah berdasarkan pengalaman pribadi kuwi :)

butho said...

Koyok'e seh ngono om :D

Post a Comment